Ficture

Ficture
Ficture

Rabu, 07 Januari 2015

Kanker adalah penyakit yang ditakuti karena keganasannya. Namun, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat. Perlu proses yang cukup panjang untuk merubah sel normal menjadi sel kanker. Dengan mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang memicunya, diharapkan kamu bisa melakukan pencegahan.


Tubuh kita terdiri badan dan anggota badan yang dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran sangat kecil ( seperseratus mili meter ), yang memiliki bentuk hampir sama, namun memiliki fungsi yang berbeda.

Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.

Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.

Sel gen yang mengalami kerusakan dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henti, sehingga dari satu sel menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru itu disebut tumor atau kanker.

Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.

Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal.

Faktor Internal

Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru. Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini.

Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.

Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% - 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, disebabkan oleh faktor eksternal. Jadi, sekalipun tidak 100%, sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.

Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan. Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.

Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.

Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker. Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel. - See more at: http://jarantanpountu.blogspot.com/2013/05/proses-terjadinya-kangker.html#sthash.ANUr1pUG.dpuf
Kanker adalah penyakit yang ditakuti karena keganasannya. Namun, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat. Perlu proses yang cukup panjang untuk merubah sel normal menjadi sel kanker. Dengan mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang memicunya, diharapkan kamu bisa melakukan pencegahan.


Tubuh kita terdiri badan dan anggota badan yang dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran sangat kecil ( seperseratus mili meter ), yang memiliki bentuk hampir sama, namun memiliki fungsi yang berbeda.

Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.

Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.

Sel gen yang mengalami kerusakan dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henti, sehingga dari satu sel menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru itu disebut tumor atau kanker.

Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.

Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal.

Faktor Internal

Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru. Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini.

Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.

Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% - 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, disebabkan oleh faktor eksternal. Jadi, sekalipun tidak 100%, sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.

Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan. Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.

Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.

Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker. Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel. - See more at: http://jarantanpountu.blogspot.com/2013/05/proses-terjadinya-kangker.html#sthash.ANUr1pUG.dpuf
Kanker adalah penyakit yang ditakuti karena keganasannya. Namun, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat. Perlu proses yang cukup panjang untuk merubah sel normal menjadi sel kanker. Dengan mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang memicunya, diharapkan kamu bisa melakukan pencegahan.


Tubuh kita terdiri badan dan anggota badan yang dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran sangat kecil ( seperseratus mili meter ), yang memiliki bentuk hampir sama, namun memiliki fungsi yang berbeda.

Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.

Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.

Sel gen yang mengalami kerusakan dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henti, sehingga dari satu sel menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru itu disebut tumor atau kanker.

Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.

Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal.

Faktor Internal

Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru. Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini.

Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.

Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% - 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, disebabkan oleh faktor eksternal. Jadi, sekalipun tidak 100%, sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.

Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan. Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.

Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.

Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker. Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel. - See more at: http://jarantanpountu.blogspot.com/2013/05/proses-terjadinya-kangker.html#sthash.ANUr1pUG.dpuf
Kanker adalah penyakit yang ditakuti karena keganasannya. Namun, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat. Perlu proses yang cukup panjang untuk merubah sel normal menjadi sel kanker. Dengan mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang memicunya, diharapkan kamu bisa melakukan pencegahan.


Tubuh kita terdiri badan dan anggota badan yang dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran sangat kecil ( seperseratus mili meter ), yang memiliki bentuk hampir sama, namun memiliki fungsi yang berbeda.

Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.

Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.

Sel gen yang mengalami kerusakan dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henti, sehingga dari satu sel menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru itu disebut tumor atau kanker.

Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.

Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal.

Faktor Internal

Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru. Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini.

Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.

Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% - 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, disebabkan oleh faktor eksternal. Jadi, sekalipun tidak 100%, sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.

Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan. Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.

Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.

Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker. Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel. - See more at: http://jarantanpountu.blogspot.com/2013/05/proses-terjadinya-kangker.html#sthash.ANUr1pUG.dpuf

Kanker adalah penyakit yang ditakuti karena keganasannya. Namun, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat. Perlu proses yang cukup panjang untuk merubah sel normal menjadi sel kanker. Dengan mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang memicunya, diharapkan kamu bisa melakukan pencegahan.


Tubuh kita terdiri badan dan anggota badan yang dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran sangat kecil ( seperseratus mili meter ), yang memiliki bentuk hampir sama, namun memiliki fungsi yang berbeda.

Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.

Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.

Sel gen yang mengalami kerusakan dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henti, sehingga dari satu sel menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru itu disebut tumor atau kanker.

Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.

Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal.

Faktor Internal

Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru. Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini.

Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.

Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% - 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, disebabkan oleh faktor eksternal. Jadi, sekalipun tidak 100%, sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.

Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan. Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.

Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.

Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker. Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel. - See more at: http://jarantanpountu.blogspot.com/2013/05/proses-terjadinya-kangker.html#sthash.ANUr1pUG.dpu
Kanker adalah penyakit yang ditakuti karena keganasannya. Namun, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat. Perlu proses yang cukup panjang untuk merubah sel normal menjadi sel kanker. Dengan mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang memicunya, diharapkan kamu bisa melakukan pencegahan.


Tubuh kita terdiri badan dan anggota badan yang dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran sangat kecil ( seperseratus mili meter ), yang memiliki bentuk hampir sama, namun memiliki fungsi yang berbeda.

Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.

Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.

Sel gen yang mengalami kerusakan dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henti, sehingga dari satu sel menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru itu disebut tumor atau kanker.

Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.

Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal.

Faktor Internal

Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru. Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini.

Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.

Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% - 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, disebabkan oleh faktor eksternal. Jadi, sekalipun tidak 100%, sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.

Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan. Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.

Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.

Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker. Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel. - See more at: http://jarantanpountu.blogspot.com/2013/05/proses-terjadinya-kangker.html#sthash.ANUr1pUG.dpuf
Kanker adalah penyakit yang ditakuti karena keganasannya. Namun, kanker bukanlah penyakit yang terjadi dalam waktu singkat. Perlu proses yang cukup panjang untuk merubah sel normal menjadi sel kanker. Dengan mengetahui proses pembentukannya dan faktor-faktor yang memicunya, diharapkan kamu bisa melakukan pencegahan.


Tubuh kita terdiri badan dan anggota badan yang dihubungkan oleh pembuluh-pembuluh darah dan pembuluh limfa. Anggota badan tersusun dari sel-sel yang berukuran sangat kecil ( seperseratus mili meter ), yang memiliki bentuk hampir sama, namun memiliki fungsi yang berbeda.

Seperti sel darah putih, yang berfungsi melawan kuman-kuman yang masuk ke dalam tubuh. Sel darah merah, berfungsi mengangkut oksigen dalam darah. Keping darah berfungsi untuk membekukan darah supaya tidak terjadi pendarahan.

Didalam sel terdapat organel yang salah satunya, adalah inti sel yang berisi gen atau DNA. DNA adalah materi genetika yang dikenal sebagai pembawa sifat keturunan. Kanker berasal dari satu sel gen yang mengalami kerusakan.

Sel gen yang mengalami kerusakan dapat menjadi liar dan berkembang tanpa henti, sehingga dari satu sel menjadi jutaan sel dan membentuk jaringan baru. Jaringan baru itu disebut tumor atau kanker.

Gen dalam sel ada yang disebut gen kanker ( oncogen ), gen penekan tumor ( tumor suppressor gen ), dan gen yang bertugas memperbaiki gen yang rusak, yaitu repair gen. Bila salah satu dari gen tersebut mengalami kerusakan, maka bisa menjadi kanker.

Kerusakan pada materi gen atau biasa disebut sebagai mutasi gen dapat terjadi melalui beberapa cara, baik internal maupun eksternal.

Faktor Internal

Terjadi kesalahan replikasi pada saat sel-sel yang mati diganti oleh sel yang baru. Merupakan kesalahan genetika yang diturunkan dari orang tua. Kesalahan ini biasanya mengakibatkan kanker pada usia dini.

Bila seorang ibu mengidap kanker payudara, tidak serta merta semua anak gadisnya akan mengalami hal yang sama, karena sel yang mengalami kesalahan genetik harus mengalami kerusakan lebih dulu sebelum berubah menjadi sel kanker. Hanya saja individu pembawa sel genetika yang salah, memang lebih beresiko terkena kanker daripada yang tidak memiliki mutasi gen yang salah.

Faktor mutasi gen secara internal, tidak dapat dicegah namun faktor eksternal dapat dicegah. Menurut WHO, 10% - 15% kanker, disebabkan oleh faktor internal dan 85%, disebabkan oleh faktor eksternal. Jadi, sekalipun tidak 100%, sebenarnya kanker dapat kita cegah atau hindari dangan menghindari faktor eksternal.

Faktor Eksternal

Faktor eksternal yang dapat merusak gen adalah virus, polusi udara, makanan, radiasi, dan berasal dari bahan kimia, baik bahan kimia yang ditambahkan pada makanan, maupun bahan kimia yang berasal dari polusi.

Bahan kimia yang ditambahkan dalam makanan, seperti pengawet dan pewarna makanan. Cara memasak juga dapat mengubah makanan menjadi senyawa kimia yang berbahaya. Daging atau ikan yang dipanggang hingga gosong, mengandung zat kimia seperti benzo-a-piren, amin heterosoklik, dioxin, dll.

Kuman yang hidup dalam makanan juga dapat menyebarkan racun, misalnya racun aflatoksin pada kacang-kacangan, sangat erat hubungannya dengan kanker hati.

Makin sering tubuh terserang virus makin besar kemungkinan sel normal menjadi sel kanker. Proses detoksifikasi yang dilakukan oleh tubuh, dalam prosesnya sering menghasilkan senyawa yang lebih berbahaya bagi tubuh, yaitu senyawa yang bersifat radikal atau korsinogenik. Zat korsinogenik dapat menyebabkan kerusakan pada sel. - See more at: http://jarantanpountu.blogspot.com/2013/05/proses-terjadinya-kangker.html#sthash.ANUr1pUG.dpuf

Jumat, 18 Oktober 2013

KANKER DAN TUMOR PENANDA (Tes Darah) II

KANKER DAN TUMOR PENANDA (Tes Darah)
 
Oleh J.Chaumont, PhD, ECC, ahli biokimia klinis, oncobiologist konselor dan D.Serin, MD, ASCO-ASTRO anggota yang sesuai, onkologi konselor.
Bagaimana saya bisa mengambil kontrol dalam bidang kanker?
Kanker adalah pembunuh No 1, karena, seringkali, pengobatan terjadi akhir: setelah diagnosis dibuat. Dan diagnosis dibuat setelah tanda-tanda klinis perhatikan, oleh Anda sendiri: Anda merasa benjolan di payudara Anda, Anda mengamati perdarahan yang tidak biasa ... Jadi, dengan gejala yang Anda lihat dokter yang memberikan resep tes: untuk meningkatkan terasa hasil perawatan, kemajuan besar harus dilakukan cepat: kami datang untuk pencegahan dan deteksi dini:



    
Catatan: TM = Tumor Marker
    
Pencegahan tergantung, pertama, dalam perilaku Anda: semua orang tahu hari ini bahwa mengurangi konsumsi tembakau dan alkohol akan menghilangkan 50% dari semua kanker!

    
Ketika tes tersebut mengarah pada hasil positif, investigasi lain akan membedakan antara "kanker nyata" atau "hasil positif palsu": seperti yang telah kita ada tanda-tanda klinis, dalam kasus kanker nyata, kita berbicara tentang "deteksi dini": jelas, perawatan akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyembuhkan pasien, karena akan dimulai bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum tanda-tanda klinis akan terjadi.

    
Deteksi dini yang sama yang menarik pada kanker "follow-up": tergantung pada jenis kanker, metastasis akan terjadi cepat atau lambat: misalnya, kanker payudara menyebar sangat awal. Ini kemudian mutlak diperlukan untuk mengikuti pasien setelah pengobatan mereka. Dalam kasus perempuan yang telah menderita kanker payudara, mereka harus diikuti untuk seluruh hidup mereka: dalam hal ini, kambuh tetap menjadi ancaman permanen

    
Dianjurkan untuk mencoba mendeteksi adanya kanker, atau kambuh, sesegera mungkin. Berdasarkan penelitian ilmiah dan pendapat ahli, ada rekomendasi (ACS, NCI, dan banyak orang lain) untuk mendeteksi kanker dini pada orang tanpa gejala (orang tanpa gejala kanker), dan pada orang yang diobati, untuk memastikan mereka pasti sembuh:

    
Kanker sebelumnya didiagnosa, semakin besar kemungkinan kesempatan untuk kelangsungan hidup jangka panjang. Seperti dijelaskan di atas (mamografi, kolonoskopi, sekarang scanner dan MRI, Papsmear), sebenarnya ada sangat sedikit tes. Menggunakan penanda tumor, tidak hanya yang terisolasi sebagai PSA, tetapi dalam kombinasi besar dari mereka, dapat membantu untuk terasa meningkatkan pencegahan kanker, dan pencegahan kambuh.

    
Apa Tumor spidol?

    
Penanda tumor adalah zat yang ditemukan dalam aliran darah, urin, atau jaringan dari beberapa pasien mengembangkan beberapa jenis tumor. Tanda tersebut adalah produk dari - baik tumor itu sendiri, - atau tubuh, dalam menanggapi kehadiran nyata kanker atau hanya kondisi jinak: sini letak kesulitan mengelola penanda tumor

    
Tanda tersebut adalah protein, atau enzim, atau hormon, atau antigen. Beberapa sangat spesifik: itu berarti mereka diproduksi cukup eksklusif oleh tumor khusus, sebaliknya, yang lain diproduksi serta oleh sel normal dengan sel kanker, hasilnya adalah bahwa tanda tersebut jauh lebih spesifik.
    
Idealnya, penanda tumor yang baik perlu:-spesifik dari satu patologi;-sensitif: nya cut-off rendah;-memberikan nilai berkorelasi dengan massa tumor;-memiliki durasi hidup yang pendek, untuk memungkinkan yang efisien tindak lanjut: menurun selama pengobatan, meningkatkan sebelum kambuh. Penanda tumor kemudian berguna, tergantung pada jenis kanker, untuk deteksi, atau tindak lanjut.

    
Berikut ini penjelasan singkat dari TM yang digunakan, dari yang "klasik" (seperti PSA atau CEA), dengan yang up-to-date, belum digunakan di Amerika Serikat (seperti CA 72-4 atau CYFRA 21-1

    
CEA:
    
itu tertua TM digunakan: tanpa spesifisitas, itu sebagian besar masih digunakan karena, meliputi berbagai macam patologi, memungkinkan mengikuti beberapa kanker yang berbeda. Hal ini terutama digunakan dalam pemantauan kanker kolorektal. Pada kanker usus besar dan kanker rektum, tingkat CEA berkaitan erat dengan diferensiasi tumoral dan tahap karsinoma. Kenaikan signifikan yang diamati dalam kambuh, sebelum tanda-tanda klinis berumur 2 sampai 12 bulan. Terlepas dari daerah pencernaan, CEA digunakan khususnya pada kanker paru-paru, kanker tiroid, dan juga ovarium, hati, uterus.

    
CA 15-3
    
: Glikoprotein, antigen yang berhubungan dengan tumor mammae manusia beredar. Biasa disebut "penanda kanker payudara", itu umumnya digabungkan ke CEA dalam pemantauan kanker payudara. Tingkat yang cukup meningkat pada 30 sampai 50% dari pasien ketika kanker payudara diagnostik ditemukan, persentase ini bervariasi dengan ukuran tumor. Tidak ada hubungan dengan derajat keganasan. Dalam tindak lanjut, CA 15-3 meningkat pada 90% (kasus) penemuan metastasis pertama: tingkat yang lebih tinggi dari 100 UI / ml hampir secara eksklusif terkait dengan metastasis. Pada kanker payudara metastatik diam, CA 15-3 meningkat pada 56% kasus, CEA di 53% dari kasus, tapi salah satu dari mereka (saat bersamaan digunakan) meningkat pada 81% kasus: dalam 2 kasus dari 3, peningkatan salah satu dari mereka diamati jauh sebelum lokalisasi kedua muncul. Pasangan CEA-CA 15-3 adalah contoh pertama menggunakan beberapa TM daripada satu terisolasi: pengamatan yang telah membawa kita kepada konsep yang jauh lebih besar: memantau panel TM, untuk menutupi lebih efisien berbagai kanker . Untuk menggambarkan konsep ini, harus menyadari bahwa, saat ini, di laboratorium yang paling canggih (di Eropa dan Jepang, bukan di AS!), Kita gunakan untuk menguji CA 15-3 + CEA ditambah dengan CYFRA 21-1, terakhir ini satu menjadi yang terbaik, sejauh ini, untuk mendeteksi metastasis

    
CA 19-9
    
: Awalnya ditemukan di antara pasien yang menderita kanker kolorektal, CA 19-9 kemudian melihat pada kanker pankreas (tingkat yang sangat tinggi), kanker saluran empedu, kanker perut. Watch out untuk tingkat yang sangat tinggi ditemukan pada penyakit inflamasi pada saluran pencernaan, atau retensi empedu: ketika peradangan diobati, atau hambatan yang lega, dengan 19-9 tingkat CA menormalkan sangat cepat.

    
CA 125
    
: Penanda yang sangat menarik untuk kanker ovarium: CA 125 adalah penanda penting untuk kanker ini. Ini THE penanda pada adenokarsinoma serosa. Cut-off pada 35 UI / l memungkinkan wanita membedakan bebas dari kanker dari pasien yang menderita kanker ini, dengan spesifisitas antara 82-100%. Pada karsinoma mucinous, itu harus dikaitkan dengan CEA dan CA 19-9. Pada tumor germinal, kita kaitkan dengan AFP dan BHCG (lihat di bawah). CA 125 juga digunakan dalam kanker paru-paru: di "kecil sel" bentuk, itu digunakan dengan NSE.

    
CA 72-4
    
: Mendiagnosis karsinoma lambung seringkali rumit dan bisa menjadi sangat sulit karena presentasi dengan samar-samar, gejala non-spesifik yang kadang-kadang dikaitkan dengan penyakit non-ganas. Meskipun endoskopi, ditambah dengan evaluasi histologis spesimen biopsi, yang paling sering digunakan untuk membuat diagnosis definitif, pencarian prosedur diagnostik non-invasif tambahan telah merindukan lanjutan: bukti klinis yang kuat baru-baru ini telah menekankan nilai klinis dari CA 72-4 serum tumor marker dalam diagnosis dan pemantauan kanker lambung: CA 72-4 adalah THE perut penanda tumor kanker. Kami menggunakannya, menjadi sebagian besar telah selesai, dengan CEA dan CA 19-9.

    
AFP
    
: Janin yang sedang berkembang biasanya menghasilkan alphafoetoprotein tersebut. Tingkat menurun cepat setelah lahir, dan biasanya tidak terdeteksi dalam darah yang aman dewasa (kecuali selama kehamilan). Peningkatan hasil dari AFP sangat menyarankan adanya kanker hati primitif, atau ovarium germinal atau kanker testis. Bunga AFP terletak pada kanker: hati, maka ovarium dan testis.

    
PSA
    
: Penanda yang sangat baik, sangat terkenal, karena kekhususan tinggi: ditemukan di epitelioma prostat normal dan sekresi, tetapi tidak pada jaringan lain. Ini adalah glikoprotein, yang fungsinya adalah untuk mencairkan plasma seminalis. PSA biasanya hadir, dalam konsentrasi rendah, dalam darah setiap orang dewasa laki-laki. Diproduksi oleh sel-sel normal dan abnormal prostat, sangat sensitif terhadap kehadiran kanker prostat: peningkatan yang berkorelasi dengan kelas tumor dan volumenya. PSA, sebagai tes sensitif, digunakan untuk skrining untuk semua pria di atas 50. Penurunan angka kematian dari penyakit ini bisa antara 20 sampai 30%. Sebagai PSA ultra-sensitif yang tersedia, memungkinkan untuk melacak 0,001 ng / ml, kita dapat menemukan segala ketinggian nilai, setelah perawatan. Ketika serius tindak lanjut diperlukan, kita dapat membedakan: awal kenaikan berarti evolusi penyakit metastasis, sementara di akhir meningkat agak berarti kekambuhan lokal. Tapi ada tidak ada kondisi yang penting jinak PSA meningkat: peradangan atau trauma prostat, hipertrofi prostat jinak sering terlibat: untuk menghapus masalah ini, tanpa biopsi invasif, tingkat rasio fPSA / PSA sekarang tersedia.

    
FPSA
    
: PSA sebenarnya dianggap dari enam cara yang berbeda. Sangat sering, itu menarik untuk pasangan freePSA dengan PSA. The dikenal "PSA" (untuk prostate specific antigen), pada kenyataannya, sirkulasi darah di bawah 2 bentuk: gratis satu, fPSA, dan terpasang satu (untuk alpha1antitrypsin), sedangkan fPSA mewakili 10 sampai 40% dari TPSA (jumlah PSA). Pasien dengan kanker prostat menunjukkan rasio fPSA / TPSA lebih rendah dibandingkan orang dengan hipertrofi jinak: bila rasio lebih rendah dari 0,25, hati-hati: ada risiko kanker, semakin rendah rasio, lebih tinggi risikonya. Ketika rentang antara 0 sampai 0,25, mencakup 95% dari kanker. Menggunakan PSA dan fPSA dosis secara signifikan mengurangi jumlah biopsi yang tidak perlu: menggunakan rasio menghindari kebutuhan untuk biopsi pada sekitar 20% dari pasien yang akan menjalani prosedur ini (tidak bebas risiko) berdasarkan dosis PSA saja.

    
NSE
    
: NSE (neuroenzym-spesifik-enolase) merupakan enzim yang hanya ditemukan adalah jaringan saraf atau jaringan neuroendokrin. Saat ini, digunakan pertama kali pada kanker paru-paru, "sel-sel kecil" satu. Terdapat korelasi antara hamburan dari kanker sel kecil dan tingkat NSE: dalam bentuk terbatas, 50% menunjukkan tingkat tinggi, pada kanker disebarluaskan, 100% menunjukkan tingkat tinggi. Selain kepemilikan di diagnosa, NSE, selama sesi pertama kemoterapi (bila diperlukan), memungkinkan apresiasi kualitas dari respon terhadap pengobatan: tingkat meningkat selama sel lisis, sehingga menunjukkan sensitivitas tumor terhadap pengobatan. Selain itu, NSE menunjukkan tingkat tinggi di neuroblastomas, pheochromocytomas, dan juga digunakan pada kanker tiroid medullar.

    
CYFRA 21-1
    
: Yang "fragmen cytokeratin" adalah penanda yang paling menakjubkan yang pernah ditemukan. Sangat sedikit laboratorium memonitor saat ini. Hal ini menarik khusus untuk kanker paru-paru, diagnostik dan tindak lanjut dari bentuk epidermoidis. Di antara semua jenis kanker paru-paru (kanker paru-paru menyajikan berbagai bentuk), yang CYFRA 21-1 memberikan sensitivitas dihargai dari 65%, dan spesifisitas yang luar biasa dari 95%. Nilainya terkait erat dengan panggung: tingkat meningkat secara progresif dari tahap terbatas yang disebarluaskan. Sementara operasi telah lama menjadi solusi unik untuk kanker ini ("sel-sel kecil non" orang), asosiasi radioterapi-kemoterapi, bahkan untuk tahap stadium lanjut, yang digunakan saat ini: evaluasi reguler CYFRA memungkinkan perawatan tindak lanjut lebih mudah, dan bahkan lebih baik bila dikaitkan dengan TM lainnya. Seperti dijelaskan di atas (CA 15-3), yang CYFRA sekarang digunakan oleh tim teratas pada kanker payudara: elevasi dalam tindak lanjut menunjukkan, sangat awal, penampakan metastases.Cyfra juga dapat digunakan pada kanker rahim, kanker kerongkongan, kanker kandung kemih.

    
Patologi dan penanda tumor mereka:


    
Payudara • CA15-3, CEA, CYFRA 21-1.

    
Ovarium • CEA, CA125, CA 19-9; AFP,

    
Rahim • SCC, CYFRA 21-1, CEA, CA 19-9, CA 125.

    
Prostat • PSA, fPSA dan rasio.

    
Testis • AFP.

    
Kolorektal • CEA, CA 19-9, CA 125.

    
Pankreas • CEA, CA 19-9, CA 72-4.

    
Hati • AFP, CEA.

    
Perut • CA 72-4, CEA, CA 19-9.

    
Esofagus • CEA, CYFRA 21-1.

    
Tiroid • CEA, NSE.

    
Paru • NSE, CYFRA 21-1, CEA, CA 125, CA 19-9.

    
Kandung kemih • TPA, CEA, CYFRA 21-1.


    
Siapa yang akan melakukan tes?
    
Semua orang, terutama lebih dari 50. Dan wanita muda, peduli tentang payudara dan ovarium. Dan melakukan sekali setahun, membangun dasar Anda dan data untuk masa depan: Tahun lulus, laporan Anda akan membangun grafik, menunjukkan evolusi setiap salah satu dari 10 (atau 11) TM.

    
Panel untuk wanita: CEA, CA 15-3, CA 19-9, CA 125, CA 72-4, AFP, NSE, CYFRA 21-1.

    
Panel untuk pria: CEA, CA 19-9, CA 125, CA 72-4, PSA + fPSA, AFP, NSE, CYFRA 21-1. ...

Kanker dan Tumor ( Tes Darah )

KANKER DAN TUMOR PENANDA (Tes Darah)
 
Oleh J.Chaumont, PhD, ECC, ahli biokimia klinis, oncobiologist konselor dan D.Serin, MD, ASCO-ASTRO anggota yang sesuai, onkologi konselor.
Bagaimana saya bisa mengambil kontrol dalam bidang kanker?
Kanker adalah pembunuh No 1, karena, seringkali, pengobatan terjadi akhir: setelah diagnosis dibuat. Dan diagnosis dibuat setelah tanda-tanda klinis perhatikan, oleh Anda sendiri: Anda merasa benjolan di payudara Anda, Anda mengamati perdarahan yang tidak biasa ... Jadi, dengan gejala yang Anda lihat dokter yang memberikan resep tes: untuk meningkatkan terasa hasil perawatan, kemajuan besar harus dilakukan cepat: kami datang untuk pencegahan dan deteksi dini:



    
Catatan: TM = Tumor Marker
    
Pencegahan tergantung, pertama, dalam perilaku Anda: semua orang tahu hari ini bahwa mengurangi konsumsi tembakau dan alkohol akan menghilangkan 50% dari semua kanker!

    
Ketika tes tersebut mengarah pada hasil positif, investigasi lain akan membedakan antara "kanker nyata" atau "hasil positif palsu": seperti yang telah kita ada tanda-tanda klinis, dalam kasus kanker nyata, kita berbicara tentang "deteksi dini": jelas, perawatan akan memiliki kesempatan yang lebih baik untuk menyembuhkan pasien, karena akan dimulai bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum tanda-tanda klinis akan terjadi.

    Deteksi dini yang sama yang menarik pada kanker "follow-up": tergantung pada jenis kanker, metastasis akan terjadi cepat atau lambat: misalnya, kanker payudara menyebar sangat awal. Ini kemudian mutlak diperlukan untuk mengikuti pasien setelah pengobatan mereka. Dalam kasus perempuan yang telah menderita kanker payudara, mereka harus diikuti untuk seluruh hidup mereka: dalam hal ini, kambuh tetap menjadi ancaman permanen


    
Dianjurkan untuk mencoba mendeteksi adanya kanker, atau kambuh, sesegera mungkin. Berdasarkan penelitian ilmiah dan pendapat ahli, ada rekomendasi (ACS, NCI, dan banyak orang lain) untuk mendeteksi kanker dini pada orang tanpa gejala (orang tanpa gejala kanker), dan pada orang yang diobati, untuk memastikan mereka pasti sembuh:

    
Kanker sebelumnya didiagnosa, semakin besar kemungkinan kesempatan untuk kelangsungan hidup jangka panjang. Seperti dijelaskan di atas (mamografi, kolonoskopi, sekarang scanner dan MRI, Papsmear), sebenarnya ada sangat sedikit tes. Menggunakan penanda tumor, tidak hanya yang terisolasi sebagai PSA, tetapi dalam kombinasi besar dari mereka, dapat membantu untuk terasa meningkatkan pencegahan kanker, dan pencegahan kambuh.

    
Apa Tumor spidol?

    
Penanda tumor adalah zat yang ditemukan dalam aliran darah, urin, atau jaringan dari beberapa pasien mengembangkan beberapa jenis tumor. Tanda tersebut adalah produk dari - baik tumor itu sendiri, - atau tubuh, dalam menanggapi kehadiran nyata kanker atau hanya kondisi jinak: sini letak kesulitan mengelola penanda tumor

    
Tanda tersebut adalah protein, atau enzim, atau hormon, atau antigen. Beberapa sangat spesifik: itu berarti mereka diproduksi cukup eksklusif oleh tumor khusus, sebaliknya, yang lain diproduksi serta oleh sel normal dengan sel kanker, hasilnya adalah bahwa tanda tersebut jauh lebih spesifik.
    
Idealnya, penanda tumor yang baik perlu:-spesifik dari satu patologi;-sensitif: nya cut-off rendah;-memberikan nilai berkorelasi dengan massa tumor;-memiliki durasi hidup yang pendek, untuk memungkinkan yang efisien tindak lanjut: menurun selama pengobatan, meningkatkan sebelum kambuh. Penanda tumor kemudian berguna, tergantung pada jenis kanker, untuk deteksi, atau tindak lanjut.

    
Berikut ini penjelasan singkat dari TM yang digunakan, dari yang "klasik" (seperti PSA atau CEA), dengan yang up-to-date, belum digunakan di Amerika Serikat (seperti CA 72-4 atau CYFRA 21-1

    
CEA:
    
itu tertua TM digunakan: tanpa spesifisitas, itu sebagian besar masih digunakan karena, meliputi berbagai macam patologi, memungkinkan mengikuti beberapa kanker yang berbeda. Hal ini terutama digunakan dalam pemantauan kanker kolorektal. Pada kanker usus besar dan kanker rektum, tingkat CEA berkaitan erat dengan diferensiasi tumoral dan tahap karsinoma. Kenaikan signifikan yang diamati dalam kambuh, sebelum tanda-tanda klinis berumur 2 sampai 12 bulan. Terlepas dari daerah pencernaan, CEA digunakan khususnya pada kanker paru-paru, kanker tiroid, dan juga ovarium, hati, uterus.

    
CA 15-3
    
: Glikoprotein, antigen yang berhubungan dengan tumor mammae manusia beredar. Biasa disebut "penanda kanker payudara", itu umumnya digabungkan ke CEA dalam pemantauan kanker payudara. Tingkat yang cukup meningkat pada 30 sampai 50% dari pasien ketika kanker payudara diagnostik ditemukan, persentase ini bervariasi dengan ukuran tumor. Tidak ada hubungan dengan derajat keganasan. Dalam tindak lanjut, CA 15-3 meningkat pada 90% (kasus) penemuan metastasis pertama: tingkat yang lebih tinggi dari 100 UI / ml hampir secara eksklusif terkait dengan metastasis. Pada kanker payudara metastatik diam, CA 15-3 meningkat pada 56% kasus, CEA di 53% dari kasus, tapi salah satu dari mereka (saat bersamaan digunakan) meningkat pada 81% kasus: dalam 2 kasus dari 3, peningkatan salah satu dari mereka diamati jauh sebelum lokalisasi kedua muncul. Pasangan CEA-CA 15-3 adalah contoh pertama menggunakan beberapa TM daripada satu terisolasi: pengamatan yang telah membawa kita kepada konsep yang jauh lebih besar: memantau panel TM, untuk menutupi lebih efisien berbagai kanker . Untuk menggambarkan konsep ini, harus menyadari bahwa, saat ini, di laboratorium yang paling canggih (di Eropa dan Jepang, bukan di AS!), Kita gunakan untuk menguji CA 15-3 + CEA ditambah dengan CYFRA 21-1, terakhir ini satu menjadi yang terbaik, sejauh ini, untuk mendeteksi metastasis